Skandal Korupsi 1MDB Najib Razak, Polisi Sita Rp 426 Miliar

Belum sampai satu bulan usai lengser dari kursi Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak langsung menjadi sorotan karena diduga terkait kasus mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Skandal ini sendiri terungkap lewat dokumen-dokumen yang dibocorkan Xavier Andre Justo, mantan Direktur perusahaan minyak swasta, PetroSaudi International. Hal ini menjadi pemicu praktek korupsi yang membuat enam negara melakukan penyelidikan termasuk Amerika Serikat, seperti dilansir The Star.

 

Channel News Asia melaporkan bahwa pada September 2009, 1MDB pernah menjalin joint venture dengan PetroSaudi International togel online senilai USD 2,5 miliar. Agustus 2015, Justo dijatuhi vonis tiga tahun penjara oleh pengadilan Thailand atas dakwaan mencuri informasi dari PetroSaudi International dengan bayaran USD 2 juta terkait 1MDB. Dalam pengakuannya, Justo menjelaskan iming-iming uang itu diberikan kelompok asal Malaysia.

 

Sementara untuk Najib sendiri, diduga kuat mendapatkan kucuran dana segar mencapai USD 10,6 juta (sekitar Rp 146 miliar) dari SRC International Sdn Bhd, bekas anak perusahaan 1MDB yang diterjang korupsi. SRC dibentuk Najib pada 2011 untuk mengejar investasi-investasi internasional mengenai sumber daya energi. Baru pada 2012, SRC ada di bawah naungan Kementrian Keuangan Malaysia. Meskipun belum ditetapkan sebagai tersangka, Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) memanggil Najib untuk kepentingan penyelidikan pada Selasa (22/5) dan Kamis (24/5) pekan lalu.

 

Sebelumnya pada hari Kamis (17/5) kediaman pribadi Najib di Taman Duta, Sri Perdana, dua unit kondominium di Pavilion Residences, Kuala Lumpur dan kantor PM Malaysia digeledah. Dilakukan selama hampir 18 jam, kepolisian menyita uang tunai senilai 120 juta ringgit (sekitar Rp 426 miliar) dalam 26 jenis mata uang. Uang tunai berjumlah fantastis itu kabarnya ada dalam 35 tas mewah. Sementara dalam 37 tas mewah lainnya, ada berbagai perhiasan dan arloji mewah.

 

Merasa Terancam, Najib Minta Dilindungi Polisi

 

Tak hanya di kediaman pribadi, kabarnya rumah putri Najib juga ikut digeledah dan disita. Keluarga Najib sendiri memang beberapa kali disorot karena gaya hidup sosialitanya, termasuk sang istri, Rosmah Mansor yang dikenal glamour dan punya banyak koleksi Hermes Birkin. Hanya saja Partai United Malays National Organization (UMNO) mengklaim kalau uang tunai yang disita polisi itu milik partai. Najib sendiri memang baru saja mundur dari jabatan Ketua UMNO dan ketua koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa di Malaysia selama 60 tahun terakhir setelah kalah dalam Pemilu pada 9 Mei 2018.

 

Atas penggeledahan besar-besaran itu, Harpal Singh Grewal selaku pengacara Najib sampai menilainya sebagai sebuah aksi pelecehan. Najib sendiri sempat khawatir akan keselamatannya dan sampai meminta perlindungan polisi. Tingginya tudingan korupsi itu sampai saat ini masih dibantah Najib.

 

Selidiki 1MDB, Ketua Komisi Antikorupsi Diancam

 

Di saat penyelidikan skandal 1MDB masih berjalan, kisah berbeda dialami Mohd Shukri Abdull selaku Ketua MACC. Shukri mengakui bahwa dirinya mendapat pelecehan hingga ancaman atas tindakannya menyelidiki 1MDB. Bahkan Shukri harus rela dituding ingin menggulingkan pemerintahan Najib yang membuatnya bisa saja dijebloskan ke penjara, seperti dilansir Reuters.

 

Shukri sendiri pernah jadi Wakil Ketua MACC saat menyelidiki skandal 1MDB di era pemerintahan Najib. Dia lalu pensiun pada Agustus 2016 setelah kasus 1MDB dihentikan tiba-tiba sejak pertengahan 2015. Saat Mahathir menjadi PM baru, Shukri kembali ditunjuk sebagai Ketua MACC menggantikan Dzulkifli Ahmad yang mengundurkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *