94 Orang Terjangkit, Virus Mematikan Nipah Ancam Dunia

Sekitar satu dekade silam, publik dunia dikejutkan dengan serangan virus flu burung atau H5N1. Mewabah di berbagai negara www.markasbt.com termasuk Indonesia, H5N1 tercatat oleh WHO sebanyak 447 kasus dengan 263 di antaranya meninggal dunia pada tahun 2009.

 

Dan saat ini, penduduk global sepertinya harus berhati-hati dengan serangan virus langka bernama Nipah yang menyerang India. Virus Nipah saat ini dilaporkan tengah menyerang Kerala, kota di bagian India selatan. Sembilan orang sedikitnya telah meninggal dunia dengan tiga di antaranya positif terkena Nipah dan enam lainnya masih diuji. Sementara itu 25 orang lainnya yang diduga terserang Nipah sedang dirawat intensif di rumah sakit.

 

Rata-rata kematian yang disebabkan oleh infeksi Nipah tercatat mencapai 75% yang membuatnya sangat berbahaya. Bahkan WHO menyebutkan kalau Nipah berpotensi jadi epidemi global mematikan seperti Ebola dan SARS. Hingga Selasa (22/5) pekan lalu, perkembangan virus Nipah di Kerala memang mengkhawatirkan. KJ Reena selaku petugas pengawas kesehatan negara bagian Kerala menyebutkan jika pihaknya sampai membawa 94 orang yang telah melakukan kontak dengan 10 korban meninggal dunia sebagai aksi pencegahan, seperti dilansir AFP.

 

Bukan hanya menjangkiti warga sipil, virus Nipah kabarnya juga dialami seorang asisten perawat bernama Lini Puthussery. Puthussery awalnya bertugas menangani pasien yang terjangkit Nipah tapi akhirnya dia meninggal dunia. Tak ingin virus itu tersebar, Puthussery meminta agar jenazahnya langsung dikremasi bahkan sebelum anggota keluarganya melihat.

 

Ditularkan Kelelawar, Virus Nipah Belum Ada Obatnya

 

Setiap virus tentu memiliki cara untuk menular, termasuk Nipah. Diduga kuat virus Nipah menular melalui kelelawar buah ke spesies lain termasuk manusia. Meskipun saat ini mewabah di India, Nipah sejatinya sudah muncul sejak 20 tahun lalu yakni pada 1998 di Malaysia. Kala itu ada sekitar 265 orang terinfeksi penyakit aneh yang memicu Ensefalitis (peradangan otak) setelah bersentuhan dengan babi atau orang sakit. Wabah itu membuat 105 orang tewas.

 

Setelah itu, di Bangladesh juga tercatat kasus serupa dengan total 211 korban meninggal. Untuk wabah Nipah di India saat ini, disebutkan kalau tiga korban tewas setelah mengonsumsi mangga bekas gigitan kelelawar buah. Studi menyebutkan kalau penyebaran virus Nipah lewat kontak langsung dengan hewan atau orang yang sakit dengan air liur adalah penyebaran infeksi terkuat. Gejala Nipah sendiri cukup banyak seperti demam, sakit kepala, ngantuk berlebih, flu hingga akhirnya bisa infeksi dan koma selama 1-2 hari. Sejauh ini belum ditemukan obat untuk mengatasi virus Nipah, seperti dilansir BBC.

 

Ada Ratusan Juta Virus Turun Dari Langit Tiap Hari

 

Mewabahnya virus Nipah ini memicu pertanyaan klasik, ‘dari manakah virus berasal?’. Mencoba menjawabnya, sekelompok peneliti di Spanyol menemukan fakta dan diungkapkan lewat jurnal International Society of Microrobial Ecology bahwa setidaknya setiap hari ada 800 juta virus mengalir ke setiap pelosok Bumi dan menyebar ke udara lewat air laut.

 

Namun meskipun demikian, Marilyn Roossinck yang mempelajari ekologi virus pada tumbuhan di Pennsylvania State University menilai kalau virus tidaklah selamanya buruk. Bahkan virus yang menjangkiti tanaman yang tumbuh di lingkungan bersuhu panas bisa membantu beradaptasi. Hal ini dibenarkan oleh Dr Curtis Suttle selaku ahli virus dari University of British Columbia yang menegaskan bahwa virus bukanlah musuh manusia karena memang virus dan mikroba di alam liar berkaitan dengan ekosistem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *