Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt Duet dalam ‘Perubahan’ Hollywood

Suatu hari, tak terlalu jauh dari Hollywood, 2 dari bintang besar perfilman sedang membicarakan tentang bagaimana rasanya mengacau di set. “Mengacaukan naskah di depan seluruh pemain dan kru?” tanya Leonardo DiCaprio. “Ini rasanya seperti ke sekolah dengan mengenakan celana dalam yang kau benci.”

Brad Pitt lalu menambahkan, “Ini sangat mengerikan.”

“Ketika sebuah adegan tidak berjalan semestinya. Ketika sebuah adegan tidak berjalan semestinya. Ketika kau tak tampil dengan baik dalam sebuah adegan. Ini lebih dari sekedar lupa naskah. Kau punya 100 orang yang bekerja di sana yang mana semua siap untuk mengerjakan hal yang lainnya dan pulang,” imbuhnya.

Duet Brad Pitt dan Leonardo DiCaprio 

Untungnya DiCaprio tak harus terpaksa mencelupkan kepalanya dalam air es setelah ia terlalu mabuk sampai dengan dini hari, seperti apa yang dilakukan oleh karakter yang dimainkannya di film Once Upon a Time… in Hollywood.  Namun bagaimana dengan Pitt?

“Oh, saya melakukannya,” ungkapnya kemudian tertawa.

Dua aktor yang ketenarannya meroket di waktu yang bersamaan dibandingkan seperempat abad yang lalu, untuk pertama kalinya bergabung dalam satu proyek film besar di industry yang mereka geluti. Kota mereka dan bahkan ego mereka di waktu yang sangat tepat, Hollywood di tahun 1969.

Film yang akan rilis Jumat ini di Amerika Utara tersebut pun mempertemukan mereka kembali dengan salah seorang sutradara handal di Hollywood, Quentin Tarantino.

Sempat juga dikenal sebagai film Manson dari Tarantino, film ini sebetulnya adalah hal yang amat sangat berbeda. Manson merupakan sebuah karakter, sama seperti pengikut lainnya. Tentunya, sosok terkenal Sharon Tate yang mana sangat tersohor juga dimunculkan dan juga dimainkan oleh aktris kenamaan Margot Robbie.

Tapi seperti yang kebanyakan ditampilkan di film Tarantino, film ini akan tidak seperti yang anda duga. “Ini lah yang terbaik dari apa yang ditawarkan di tahun 1969 pada kalian, semacam pengalaman lewat Sharon,” ungkap Robbie.

Tawaran itu artinya pergi ke Playboy Mansion dengan Mama Cass dan kemudian berdansa go-go sepanjang malam. Atau artinya pergi ke bioskop untuk melihat film terbaru anda dan juga mendapatkan tiket gratis karena ada wajahmu di posternya.

“Dia (Sharon Tate) agak mewakili sambutan yang ramah, ketentuan dengan pintu yang terbuka,” ungkap Robbie, “Setelah 1969, dan kematiannya, banyak yang berubah di Hollywood dan orang menutup pintu dan juga gerbang mereka,” imbuhnya.

Gelap dan terang dari akhir decade ‘60an adalah latar dari yang akan ditunjukkan di film Once Upon a Time… in Hollywood ini bila tak bisa disebut sebagai film klasik dengan 2 bintang utama yang tampil bersamaan dalam satu film.

Dikatakan Once Upon a Time… in Hollywood banjir dengan nostalgia, gemerlap dunia hiburan dan juga kameo. Tak hanya itu, film ini juga akan banjir dengan kemuraman serta sentuhan khas Tarantino yang mana memungkinkan DiCaprio dengan karakter koboinya ada di dalam keraguan diri yang sangat dalam.

Sementara Pitt, dengan aktingnya yang sangat ciamik, melakukan yang dapat dilakukannya dengan sangat baik: tebar pesona judi togel secara online sana sini. “Saya tak merasa kau bisa sepenuhnya berakting sedinamis itu,” ungkapnya.

Perubahan terjadi di Hollywood sekitar tahun 1969 yang mana membuat banyak diskusi bermunculan atas apa yang tengah terjadi saat itu, apakah anda juga penasaran apa yang terjadi? Nantikan Once Upon a Time… in Hollywood. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *