Nadiem Beri Lampu Hijau Pemda Boleh Buka Sekolah Januari 2021

Menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim mengizinkan Pemda atau pemerintah daerah untuk memutuskan pembukaan kembali sekolah atau kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah-sekolah yang ada di seluruh zona resiko virus Corona atau Pati mulai Januari 2021.

Nadiem Izinkan Sekolah-Sekolah Semua Zona Buka Januari 2021

“perbedaan besar di FB yang sebelumnya, peta zonasi resiko tak lagi menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka. Tapi Pemda menentukan sehingga bisa memilih daerah-daerah dengan cara jam jauh lebih detail,” Katana di dalam sebuah konferensi pers secara online yang dilansir dari CNN Indonesia hari Jumat (20/11).

“Kebijakan togel singapore ini pun berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021. Jadi pada bulan Januari 2021. Jadi daerah dan sekolah sampai sekarang kalau siap tatap muka ingin tetap muka segera tingkatan kesiapan untuk melaksanakan ini,” ungkapnya lagi.

Nadiem sendiri juga mengatakan bahwa keputusan pembukaan sekolah ini bakal diberikan pada 3 pihak yang berwenang yaitu pemerintah daerah, kantor wilayah atau Kanwil dan juga orang tua lewat komite sekolah. Dirinya pun menegaskan bahwa orangtua masing-masing siswa bakal dibebaskan untuk bisa menentukan apakah anaknya diperbolehkan masuk sekolah atau tidak. Kendati demikian sekolah dan daerah tertentu sudah memutuskan untuk kembali lagi membuka kegiatan belajar mengajar mereka secara tatap muka.

“pembelajaran tatap muka diperbolehkan, bukan diwajibkan,” terangnya lebih lanjut.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa pada Agustus 2020 yang lalu Nadiem lebih dulu mengizinkan sekolah yang ada di zona kuning dan juga zona hijau untuk bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Kemendikbud sendiri menetapkan bahwa setidaknya sudah ada 43% siswa yang ada di area itu. Pada saat itu keputusan untuk membuka sekolah walaupun masih di tengah wabah dilakukan oleh menteri pendidikan tersebut karena PJJ yang ada di sejumlah daerah dianggap tak berjalan dengan maksimal.

Tidak hanya itu bahkan muncul juga kekawatiran adanya dampak buruk akibat pembelajaran jarak jauh dalam jangka panjang dan menurut Nadiem, 88% sekolah yang ada di daerah Tertinggal, terluar dan juga terdepan berstatus  zona kuning dan hijau.

Pembukaan sekolah lagi diperbolehkan,bukan diwajibkan

Walaupun pembukaan sekolah pada zona hijau dan juga zona kuning sudah dilakukan dengan sejumlah syarat dan juga protokol kesehatan seperti misalnya harus mendapatkan izin dari pemerintah daerah sampai dengan izin dari orang tua, kebijakan ini tetap saja menyesakkan kekhawatiran tersendiri.

Kekhawatiran tersebut datang dari Komisi Perlindungan Anak  Indonesia atau KPAI yang menyatakan bahwa masih banyak sekali sekolah yang belum siap dengan protokol kesehatan dalam penerapannya pembelajaran tatap muka kembali. Sementara itu federasi Serikat guru Indonesia atau FSGI, mengkritik adanya penggunaan zonasi sebagai salah satu tolak ukur pembukaan sekolah. Karena menurut pantauan dari organisasi profesi yang satu ini banyak sekali sekolah yang juga masih melanggar ketentuan pembukaan sekolah namun bebas dari sanksi. 

Seperti yang sudah diberitakan pada bulan Agustus yang lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nadiem Makarim mengijinkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka kembali di beberapa daerah zona kuning dan zona hijau seperti misalnya pada 276 kabupaten atau kota yang ada di zona kuning dan hijau. Namun sayangnya menurut pantauan dari organisasi profesi guru tersebut masih banyak sekolah yang mengabaikan syarat dan ketentuan membuka sekolah dan melaksanakan pembelajaran tatap muka kembali.